Tiba-tiba saja
Kau mengucapkan permintaan maaf
Meski ku tak mengerti
Apa yang kau khilaf

Tiba-tiba saja
Kau bilang harus pergi
Tanpa membuatku mengerti
Kenapa harus sendiri

Tiba-tiba saja
Kau bersembunyi dan menghilang
Bagai embun yang terkena panas
Lenyap tanpa bekas

Hati ini yang gundah
Diselimuti perasaan cemas
Dipayungi kegelisahan
Mendekam dalam keputusasaan

Lalu..
Tiba-tiba saja
Kau muncul lagi
Dengan ribuan kemarahan

Tiba-tiba saja..
Ya, semua terjadi tiba-tiba saja..



Senin, 24 Agustus 2014 04.27

Posting Komentar

Jangan lupa komentarnya :)

 
Top