Kemarin dalam musim yang lalu
Aku tersenyum bersama mu
Membagi rinai suka ku
Kemarin dalam lembar asa yang lalu
Aku tersenyum dan menangis bersama mu
Saat rinai suka dan duka mu kamu bagi
Dua musim berlalu
Terlalu banyak pengertian
Aku lelah dan kehabisan kata
Dua musim berlalu
Dalam kerikil dan aral
Kita lalui bersama
Hujan semusim,
Mengapa kamu lupa
Akan kemarau menahun
Dalam relung ku, Ku ingin kamu tahu
Tak pernah ingin menyulam luka hati mu
Dalam relung ku tak pernah terlintas
Umpamakan kamu bagai mengemis
Salahkah aku
Tak sekedar kau mengerti
Saat aku mencari mu... di mana?
Saat aku butuh sandaran
Kau tak juga hadir
Apakah kata tak juga tak bermakna
Bersandarlah saat kau butuh
Bagi duka mu
Apakah semua ini intermezo?
Dua musim yang lalu
Betapa sering batin ini menangis
Selalu dan selalu aku coba mengerti
Berimu kesempatan
Dalam salah baru setelah salah yang lalu
Maafkan aku...
Terlalu sering kesempatan ini aku tuai
Biar.. biar semua hanya cerita
Biar kemarin hanya cerita
Dari sepenggal kisah masa lalu
Maafkan, pilihan ku ini
Ku yakin semua ini,
Terbaik buat mu dan buat ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
;-(
BalasHapus